Monday, 1 June 2020

Tanya Jawab Seputar Pendidikan 4.0: Definisi dan Makna (Bagian I)

Tanya Jawab Seputar Pendidikan 4.0: Definisi dan Makna (Bagian I)

 


 

Apa sih yang dimaksud Pendidikan 4.0?

 

Pendidika 4.0 adalah serangkaian program untuk mendukung terwujudnya suatu pendidikan yang cerdas melalui peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perluasan akses dan relevansi memanfaatkan teknologi dalam mewujudkan pendidikan Kelas Dunia. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki 4 keterampilan abad 21.

 

Apa yang dimaksud 4 keterampilan abad 21?

 

Empat keterampilan abad 21 yakni serangkaian kemampuan yang mengacu pada standar kompetensi global dalam mempersiapkan generasi muda memasuki realitas kerja global dan kehidupan abad 21.

 

Baik, terus apa saja 4 keterampilan tersebut?

 

Kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis dan kreatif.

 

Apa ciri umum pendidikan 4.0 yang membuatnya agak berbeda?

 

Dalam pendidikan 4.0 tahapan belajar disusun sesuai dengan kemampuan dan

minat serta kebutuhan setiap siswa. Dengan demikian setiap siswa tidak menjadi sama atau diharapkan menjadi sama. Setiao peserta didik punya keunikan yang patut dihargai dan dibina.

 

Lantas apa pola pengajarannya sama seperti sebelumn-sebelumnya?

 

Dalam pendidikan 4.0 Guru lebih berposisi sebagai mentor ketimbang orang yang tahu segalanya. Lantas sang guru dilatih untuk mengembangkan kurikulum dan memberikan pilihan kepada siswa untuk menentukan cara belajarnya sendiri.

 

Apa akibatnya?

 

Dengan begitu pembelajaran bukan lagi transfer pengetahuan dari guru yang dianggap serba tahu ke siswa yang kosong pengetahuan. Tapi pembelajaran menjadi proses untuk tumbuh bersama dengan kemampuan yang unik. Pendeknya pendidikan jadi tujuan itu sendiri.

 

Dalam pendidikan 4.0 dikenal pola pembelajaran 5 M, apa saja?

 

(1) Mengamatai, (2) Memahami, (3) mengaplikasikan, (4) mendiskusikan (5) manajemen proyek, penelitian dan publikasi


Wednesday, 8 November 2017

Pertanyaan-pertanyaan Seputar Pendidikan Inklusif



Pertanyaan-pertanyaan Seputar Pendidikan Inklusif


Apa yang dimaksud dengan pendidikan Inklusif?

Sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama pada semua peserta didik termasuk mereka yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Maksudnya anak berkebutuhan khusus bisa bersekolah di sekolah umu?

Benar. Ini sesuai dengan semangat non-diskriminasi dan keterbukaan dalam pelayanan pendidikan.


Apa bedanya Pendidikan (Sekolah) Inklusif dengan Sekolah Luar Biasa (SLB)?

Sekolah Inklusif adalah sekolah reguler yang mengintegrasikan siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus dalam program yang sama, tentu dengan penanganan khusus tertentu sesuai keistimewaan sang anak.

Sementara SLB adalah sistem pendidikan dimana anak berkebutuhan khusus mengenyam pendidikan terpisah dari sistem pendidikan anak pada umumnya. Model pendidikan semacam ini kadang kala disebut pendidikan segregasi.


Apa tujuan diselenggarakannya pendidikan inklusif?

Sebagaimana bunyi Permendikbud No 70 Tahun 2009>>
a. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.
b. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik


Kekhususan seperti apa saja yang tergolong dalam kategori anak inklusif?

Anak-anak yang memiliki kekhususan seperti tunanetra; tunarungu; tunawicara; tunagrahita; tunadaksa; tunalaras; berkesulitan belajar; lamban belajar; autis; memiliki gangguan motorik; menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, dan zat adiktif lainnya; tunaganda.


Di mana sekolah Inklusif bisa ditemukan?

Pada tiap kecamatan minimal memiliki satu sekolah Inklusif yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota/Kabupaten. Namun demikian, sekolah lain yang tidak secara langsung ditunjuk bisa menerima anak berkebutuhan khusus paling sedikit 1 orang siwa pada setiap rombongan belajar.

Data Sekolah Inklusif di Jakarta (2015) >> Lihat ; Bandung (2015) >> Lihat ; Yogyakarta ;



Bagaimana kurikulum yang digunakan?

Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum reguler sesuai standar nasional namun dengan memodifikasi beberapa hal yang memperhatikan kepentingan anak berkebutuhan khusus.


Apa sekolah harus menyediakan guru khusus atau guru kelas seperti umumnya?

Paling sedikit harus ada satu pembimbing khusus yang disediakan di sekolah inklusif. Sehingga jika ingin memciptakan iklim yang sesuai setidaknya ada tiga tenaga pendidik pada tiap kelas: Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran, Pendamping Khusus.


Maksud Guru Pembimbing Khusus?
Guru Pembimbing Khusus adalah guru yang bertugas mendampingi anak berkebutuhan khusus dalam proses belajar mengajar di kelas reguler yang berkua­lifikasi Pendidikan Luar Biasa (PLB) atau yang pernah mendapatkan pelatihan ten­tang penyelenggaraan seko­lah inklusif.




Administrasi Sekolah

Surat Menyurat

Edukasi

Syarat dan Prosedur

Seputar Guru